Cerpen SNSD Mengingatkanku pada Guruku
SNSD Mengingatkanku Pada Guruku
Miftah Hilmy Afifah
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh. Haloooo, perkenalkan ini cerpen jadulku yang baru aku temukan beberapa hari yang lalu di selokan deket semak-semak tak terurus di bawah rerimbunan pesan di messenger. Lantaran jarang buka messenger, aku mendapati banyaknya akun yang tanpa nama alias berganti menjadi pengguna facebook doang. Mungkin udah lama tidak mendapat perhatian dari si pemilik akun, akhirnya akun tersebut menghapus diri dari gemerlapnya dunia media sosial. Tanpa pikir panjang, aku langsung menghapus akun itu dari percakapan di messenger. Sembari menghapus, aku juga menyempatkan menengok sedikit tentang percakapan apa saja yang terjadi antara aku dengan akun yang bahkan namanya pun sudah lenyap di makan waktu. Tak sengaja, aku malah menemukan cerpen yang bahkan tak pernah lagi kucari-cari. lagi keberadaannya. Maklum ketika itu aku belum bisa menganggap tulisanku sebuah karya, karena menurutku tulisanku tak sebagus punya teman-teman yang bahkan tulisannya sudah dimuat di majalah-majalah. Tapi setelah aku baca lagi beberapa tahun kemudian, sepertinya tidak terlalu buruk juga. Itu sebabnya aku dengan percaya diri mempublikasikannya di blog-ku ini, untuk menunjukkan pada diri seorang Miftah Hilmy Afifah di masa lalu bahwa tulisanmu tidak parah separah yang kau kira kok hehe.
Jadi cerita pendek ini aku tulis beberapa tahun silam. Mungkin sekitar lima tahun kurang lebih. Saat aku masih berseragam putih abu-abu. Ketika itu aku memang sedang iseng menulis curahan hatiku di catatan HP supaya aku bisa menyebarkannya di grup facebook yang mana aku ingin banyak orang yang membacanya, atau setidaknya ikut merasakan apa yang aku rasakan saat itu. Karena aku tidak mau dikasihanin atau malah diketawain, diejek, dan apa pun itu sejenisnya, maka aku samarkanlah nama tokohnya di sana. Lebih tepatnya sih nama tokoh akunya saja, nama gurunya tidak. Sayangnya HP itu tak lama membersamaiku. Barangkali ia menderita luka batin yang sangat parah karena sikapku yang dulu tidak bisa merawatnya dengan baik. Ya, HP itu sering jatuh, terbanting, terlempar, tertindih, disuruh bekerja siang malam tanpa henti. Pokoknya tertindas banget deh HP itu di tanganku. Kalau kalian bertanya apakah aku tidak tidur, jawabannya pasti aku tidur... masak enggak! Secara aku juga makhluk hidup yang butuh istirahat. Tapi dalam keadaan tertidur pun HP-ku tetap menyala. Tidak hanya itu, saat makan, mandi, sekolah, upacara, maupun ujian pun tuh HP terus bekerja. Aku pakai ngapain? Jawabannya pakai teleponan. Maklum saja saat itu lagi heboh paket telepon gratis siang malam di beberapa kartu prabayar. Jadinya aku yang notabenenya suka ngomong alias ngerumpi, alias ngeghibahin diri sendiri, and suka halu, serasa ketiban rejeki nomplok! Mubazir kan kalau tidak dimanfaatkan? Akhirnya aku mencari teman selevel denganku untuk halu bersama. Eh eh ini aku mau nostalgia apa mau ngapain sih? Padahal tadi niat awalnya cuman mau bikin pengantarnya aja. Tapi kok malah merembes ke mana-mana kayak pipis bayi?! Ya udah deh, selamat membaca cerita karanganku semasa SMA ini yaaaa!!! Semoga bagus. Ini sengaja nggak ada yang aku edit, soalnya aku pengen aura dan gaya kepenulisanku semasa SMA tetap melekat di situ. Kalau aku edit, entar nggak asli lagi deh. Secara kan gaya kepenulisanku yang sekarang sama yang dulu udah beda kan pasti. So, happy reading!
***
Namaku Viola. Umurku 19 tahun. Aku bisa dibilang penggemar berat dari Girls Generation. Awal aku mengenal Girls Generation adalah pada saat aku duduk di bangku kelas 8 SMP. Waktu itu umurku kisaran 14 tahun. Aku dikenalkan pada salah satu Girl Band Korea itu oleh seorang guru yang waktu itu menjadi Wali Kelasku. Waktu itu awal dia mengajar di kelasku ia memperkenalkan dirinya lalu mengajak kami berbincang-bincang.yaaa sebagai pengenalan. Karna memang waktu itu ia adalah seorang guru baru di sekolah kami. Nah pada saat itu ia bertanya. Apakah kalian suka Korea? Maka, sebagian kecil menjawab katanya suka. Dan yang lainnya termasuk aku hanya diam saja. Kemudian guru tersebut mengatakan cuma sedikit saja yang suka sama Korea di kelas ini ya? Kemudian aku lantas bertanya memangnya Korea yang dimaksut itu apa? Kemudian guru menjawab yaaa seperti girl band atau Boy Band-nya gitu? Lalu aku bertanya kembali memangnya di korea itu ada Girl Band sama Boy Band-nya ya? Ya adalah. Malah duluan ada girl Band di Korea dibanding di Indonesia.
Terus salah satunya apa aja Bu?
Banyak. Ada Super Junior, Girls Generation, 2NE1, dan masih banyak lagi.
Kalau Ibu sukanya apa?
Kalau Ibu sih suka semua. Cuman yang paling paling paliiiiing Ibu Sukai itu adalah Super Junior sama Girls Generation.
Kemudian Ibu Putri pun menjelaskan semua tentang Super Junior dan Girls Generation. Mulai awal dibentuknya, jumlah personilnya, nama-nama setiap anggotanya, dan judul-judul lagunya. Bahkan dia juga menceritakan bahwa ia mengoleksi semua artikel, biodata, profil, foto sampai segala macam stikernya. Maklum Ibu Putri juga waktu itu masih gadis. Yaaa terbilang masih muda karna waktu itu umurnya masih 24 tahun. Kemudian ia memperdengarkan aku dengan lagu -lagu koleksinya dari SNSD seperti Snowy Wish, Kissing You, dan masih banyak lagi yang lainnya. Memang sejak pertama Ibu Putri mengajar di sekolahku, murit yang paling akrab banget sama dia ialah aku. Setiap jam istirahat Ibu Putri jarang banget bergabung dengan sesama gurunya melainkan ia selalu menghabiskan jam istirahatnya bersamaku. Dan tentu itu sama sekali tidak membuatku merasa terganggu. Sebab menurut aku guru itu asyik diajak ngobrol apa lagi sampai curhat-curhatan gitu. Terkadang aku mencurahkan semua tentang perasaanku mulai kekesalan aku dengan guru-guru lain di sekolah, kekesalan dengan teman-teman, kekesalan aku sama keluarga, bahkan tentang harapan dan cita-citaku yang sangat ingin kugapai. Dan Ibu Putri juga sering menceritakan kisah-kisahnya waktu SMP dan SMA. Menurut aku itu sangatlah menyenangkan. Pada saat perut kami mulai keroncongan kami pun berangkat ke kantin bersamaan. Kadang teman-temanku dan guru-guru di sekolah merasa heran dengan kami. Karna jarang-jarang ada guru yang dekat sekali sama muritnya seperti kami. Hingga pada suatu hari Ibu Putri membawa laptopnya dan memberiku semua lagu-lagu dari miliknya Girls Generation. Waktu itu dia memberikanku 65 lagu dan semuanya adalah lagu dari Girls Generation. Kemudian aku mulai mendengarnya satu per satu lagu dari Girls Generation itu. Meskipun aku nggak ngerti makna dari setiap lagu-lagunya karena memang aku belum terlalu paham dengan bahasa korea, jadi aku hanya menikmati dari musiknya dan setiap karakter suara dari member-membernya. Dan benar saja, sejak saat itu aku mulai mengidolakan Girls Generation (SNSD). Aku pun mulai banyak mencari tahu tentang SNSD. Mulai dari biodata setiap membernya, awal dibentuknya kapan, siapa-siapa saja diantara membernya yang melakukan operasi plastik, sampai fakta-fakta unik setiap membernya. Dan member yang paling aku suka di Girls Generation adalah Kwon Yu Ri yang memiliki tanggal lahir 5 Desember 1989, yang mempunyai kulit agak sedikit gelap dibandingkan Member SNSD lainnya, yang memiliki tubuh paling bagus dibanding member Girls Generation lainnya. Setiap hari aku dan Ibu Putri selalu membahas tentang SNSD kala jam istirahat tiba. Itulah, yang kami lakukan hingga one year later. Ibu Putri mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil atau disingkat menjadi tes CPNS dan Ibu Putri lulus dari tesnya. Waktu itu perasaanku bercampur aduk. 50 persen aku senang karna dia lulus dari tesnya dan akan menjadi pegawai negeri. Namun 50 persen aku merasa sedih karena aku akan kehilangan seorang guru yang sangat akrab denganku dan perhatian padaku. Karna memang Ibu Putri ikut tes-nya di luar kota. Seperti yang aku dengar katanya kalau lulus maka dia akan ditugaskan mengajar disana. Semenjak itu banyak guru-guru di sekolah beserta teman-teman yang entah sengaja atau nggak, mengatakan "wah Viola sekarang sendiri lagi. Sudah nggak ada teman sesama penggila Koreanya disini. Hahaha jangan nangis ya cantik". Seperti itulah kata-kata yang keluar dari mulut-mulut mereka. Tapi aku sih nggak masalah. Aku selalu membalasnya dengan senyuman. Yaaa meskipun senyum itu hanya di bibir saja. Karna sesungguhnya dalam hati aku merasa kehilangan. Semenjak Ibu Putri pindah ngajar kecintaan aku terhadap SNSD tidaklah berubah. Aku masih tetap mengidolakannya meskipun sekarang Personilnya berkurang satu yaitu Jessica. Dan aku juga masih menambah koleksi lagu -lagu Girls Generation yang aku download sendiri. Ada juga yang aku minta tolongin teman atau keluargaku untuk mendownloadnya. Kini setiap kali aku mendengar lagu-lagu dari SNSD aku selalu teringat dengan sesosok guru yang aku sayangi yaitu Ibu Putri.
***
Nah bagaimana dengan kalian, apakah diantara kalian pembaca cerpen ini ada yang mengidolakan Girls Generation (SNSD) seperti layaknya tokoh Viola dalam cerita di atas? Kalau ada kira -kira lagu apa yang paling kalian sukai dari SNSD?
Sekian cerita pendek aku kali ini, semoga dapat terhibur!
Komentar
Posting Komentar